Showing posts with label Hamster Hewan Peliharaan yang Lucu. Show all posts
Showing posts with label Hamster Hewan Peliharaan yang Lucu. Show all posts

2/16/12

Waspadai Hewan Peliharaan

Anda penggemar atau penghobi hewan peliharaan? Waspadalah karena hewan kesayangan Anda mungkin saja dapat mengakibatkan penyakit bagi Anda sebagai pemilik dan lingkungan terdekat anda seperti keluarga, tetangga dll. Hal ini dinyatakan oleh American Academy of Pediatrics baru-baru ini. Berikut adalah jenis hewan peliharaan yang harus diwaspadai:

Hewan Jenis Reptil
Seperti kura-kura kecil, hewan ini telah dilarang untuk diperdagangkan di toko hewan peliharaan beberapa dekade lalu, karena menjadi media salmonella. Salmonella merupakan mikroorganisme penyebab penyakit pada usus, dan dapat mematikan pada anak-anak. Reptil jenis lain, seperti iguana, kadal, dan ular juga mengandung kuman salmonella.
Hamster

Hamster hewan pengerat yang kerap menjadi hewan peliharaan ini memang menggemaskan, tapi perlu diwaspadai karena hamster membawa salmonella. Selain itu, hamster juga membawa virus penyebab radang otak, yang dapat menyebabkan kerusakan syaraf permanen.
Landak Mini
Landak juga membawa kuman salmonella, serta rabies. Selain itu duri-duri tajamnya dapat membahayakan, dan dicurigai mampu menularkan penyakit infeksi jamur kulit.

Monyet dan Primata lainnya
Monyet jenis macaque menularkan virus herpes B, yang menyebabkan radang selaput otak (meningitis) yang fatal pada manusia. Selain itu, monyet juga menularkan tuberculosis.
Ayam dan Unggas lainnya
Juga membawa kuman salmonella.

Musang
Berbahaya karena dapat menyerang anak-anak. Dilaporkan terjadinya serangan yang menyebabkan putusnya telinga dan hidung anak-anak akibat serangan musang.

African Gambian Rat (Tikus Afrika)
Menyebarkan monkeypox, sejenis cacar.

Rakun, Kucing Besar, dan binatang buas lainnya
Sangat berbahaya bila dibiarkan bersama anak-anak.

"Meskipun dekat dengan hewan peliharaan adalah sesuatu yang baik untuk anak-anak, namun patut diwaspadai risiko yang mungkin terjadi", kata Joseph Bocchini, ketua jurusan pediatric pada Louisiana State University Health Sciences Center di Shreveport. Dia juga menyatakan bahwa hewan yang umum dipelihara seperti anjing, kucing, dan ikan juga harus diwaspadai. Anjing dan kucing dapat menyebarkan beberapa penyakit seperti toksoplasmosis, penyakit pada usus, serta demam akibat cakaran. Ikan dapat menyebabkan infeksi mycobacteria penyebab penyakit pada paru-paru, kusta, serta berbagai infeksi kulit lain.

Tentu saja Anda tidak harus berhenti memelihara hewan kesayangan Anda, yang harus Anda lakukan adalah berhati-hati dan menjaga kebersihan setiap selesai memegang hewan tersebut. "Kesehatan hewan peliharaan harus selalu diperhatikan, juga patuhi jadwal imunisasi yang ada", imbuh Joseph Bocchini.

Jadi bermainlah dengan hewan kesayangan Anda, tapi jangan lupa untuk mencuci tangan setelahnya serta rutin untuk melakukan imunisasi dan selalu menjaga kebersihan kandang hewan peliharaan kesayangan anda.


6/9/11

Hamster Hewan Peliharaan yang Lucu

Hamster hewan peliharaan yang lucu,  binatang kecil yang termasuk dalam ordo Rodentia. Artinya, hamster termasuk dalam kelompok binatang pengerat seperti halnya kelinci, marmut, dan tikus. Walau demikian, orang – terutama di Indonesia – sering salah menyebut hamster sebagai tikus atau marmot. Untuk membedakannya sangatlah gampang, hamster memiliki bulu-bulu yang mirip dengan warna kucing (hitam, abu-abu, coklat, putih, kuning dan merah). Hidung hamster berwarna kemerah-merahan. Binatang ini cenderung pemalu. Hal lain yang membedakan hamster dan tikus atau marmot adalah hamster memiliki badan yang gemuk dan ekor yang pendek, sedangkan tikus atau marmot mempunyai badan agak ramping dan buntut yang panjang.

Hamster bukanlah binatang asli Indonesia, habitat hamster kebanyakan berasal dari daerah sub-tropis sebelah utara, terutama sekitar Rusia, Mongolia, Cina bagian utara, dan Siria. Ada banyak ragam hamster di dunia. Walau demikian, hanya ada 4 jenis hamster yang umum dipelihara di Indonesia, yakni Hamster Siria, Hamster Campbell, Hamster Winter White, dan Hamster Roborovski. Ada beberapa orang yang menyebut Hamster Cina. Hamster ini tidak populer di Indonesia dikarenakan proses pemeliharaannya yang tidak mudah, serta perkembangbiakannya yang relatif sulit. 

Awalnya hamster digunakan sebagai binatang media percobaan di laboratorium. Seiring berjalannya waktu, hamster mulai dikenal sebagai hewan peliharaan. Wajah hamster yang lucu dan menggemaskan membuat banyak orang terpikat. Selain itu, memelihara hamster juga memerlukan usaha yang sangat minimal. Pemilik hamster cukup menyediakan aquarium, serbuk kayu untuk media tidur dan penyerap kotoran, botol minum, serta makanan yang memenuhi syarat untuk memenuhi kebutuhan gizi hamster. Semuanya sangat mudah.

Pengembangbiakan Hamster
Hamster berkembang biak dengan cara melahirkan atau beranak, saat-saat setelah melahirkan adalah yang paling rawan dalam habitatnya. Karena hamster betina termasuk “kanibal”. Ia bias saja memangsa pejantannya sendiri serta anaknya. Untuk mengantisipasinya, maka pejantan dan buah hati atau anaknya harus segera dipisah dengan betina. Ya, seperti itulah hamster. Jiwanya sensitif apabila induknya stress. Tetapi ada pula hamster yang dengan setia merawat anaknya sampai besar seperti hamster jenis syrian keturunan super, jenis ini adalah hamster yang pandai merawat bayi-bayinya hingga besar tanpa ada yang mati sekalipun kita campur bayi hamster dari indukan yang lain.

Ketika beranak, hamster bias melahirkan sekitar 1 – 13 ekor. Itulah sebabnya habitat hamster tergolong banyak, walaupun sejatinya hamster hidup tidak lebih daru 3 tahun. Bahkan bisa kurang dari 3 tahun jika hidup di alam bebas. Hamster mempunyai panjang badan 5 – 10 cm, sangat mungil. 

Memelihara Hamster
Karena hamster termasuk binatang pengerat, maka tempat tinggalnya harus terbuat dari serbuk-serbuk kayu yang berasal dari pohon cedar dan pinus. Makanan hewan yang cocok untuk diberikan untuk hamster adalah biji-bijian, hamster juga gemar memakan butir padi.
Hal unik lainnya adalah binatang ini dapat megalami diabetes. Untuk itu mengapa hamster tidak diizinkan makan buah-buahan yang memiliki kadar gula tinggi. Untuk yang ingin memelihara sepasang hamster, disarankan untuk menyiapkan kandang lebih dari satu. Ini dilakukan untuk memisahkan hamster betina dengan anaknya, dan juga pejantannya.